Memberi Anak Handphone: Sudah Siapkah Anak Kita? Ini jawaban Jonathan Haidt di dalam bukunya The Anxious Generation! - Pyopp Barefoot

Memberi Anak Handphone: Sudah Siapkah Anak Kita? Ini jawaban Jonathan Haidt di dalam bukunya The Anxious Generation!

Posted by Pyopp Graphic on

Hello Pyopple! Kali ini kami mau membahas salah satu buku dari Jonathan Haidt, The Anxious Generation. 

 

Buku The Anxious Generation - Jonathan Haidt 

 

Mulai tahun 2010, krisis kesehatan mental remaja (depresi, kecemasan, self-harm terutama pada anak perempuan) MENINGKAT!

Data tersebut: 

  • Depresi remaja perempuan meningkat sekitar 145% antara tahun 2010-2021
  • Depresi remaja laki-laki meningkat sekitar 161% pada periode yang sama 
  • Kasus rawat inap akibat self-harm pada anak perempuan usia 10-14 tahun meningkat 189% sejak 2010
  • Tingkat kecemasan dan kesepian juga meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding generasi sebelumnya. 

 

Apa penyebabnya? 

Awal mula krisis ini bertepatan dengan munculnya masa kanak-kanak berbasis ponsel, smartphone dan koneksi internet konstan, media sosial berbasis validasi (like, heart, share), serta kamera depan yang menumbuhkan budaya selfie yang membuat anak lebih terisolasi, kehilangan interaksi sosial nyata, dan semakin lemah dalam ketahanan emosi. 

 

 

Ternyata, terjadi perubahan pola asuh dari tahun 1980-2000an yang membut: 

  • Anak makin jarang bermain bebas di luar rumah 
  • Waktu mereka penuh dengan kegiatan terstruktur (kursus, sekolah, les) 
  • Rasa takut orang tua (terhadap penculikan, kecelakaan, dll) membuat anak kehilangan keberanian. 

 

Haidt menyebut ini sebagai pergeseran budaya menuju overprotection. Anak-anak dibesarkan untuk aman secara fisik tapi 'rapuh' secara mental. 

 

Perubahan nyata pada otak anak akibat smartphone dan media sosial menyebabkan sleep deprivation, social deprivation, cognitive fragmentation, addiction. 

 

 

Media sosial memperparah masalah berbeda bagi dua gender: 

  • Anak perempuan: Lebih rentan terhadap perbandingan sosial, body image, dan cyberbullying 
  • Anak laki-laki: Lebih terdampak oleh game online, pornografi, dan isolasi sosial.

boy in white crew neck t-shirt holding black and red cordless device

Ternyata, teknologi yang ada menciptakan 'dunia parallel' tempat anak membangun identitas digital tapi justru kehilangan kehidupan nyata. 

 

Solusi untuk orang tua menurut Jonathan Haidt: 

  • Menunda pemberian smartphone hingga usia SMA, dan media sosial hingga minimal 16 tahun. 
  • Memberikan ruang untuk anak bermain dengan teman sebaya. 
  • Terapkan peraturan tanpa smartphone di kamar tidur maupun meja makan 
  • Berkoordinasi dengan orang tua lain untuk bersama-sama menunda pemberian smartphone. 

 

Karena kami percaya memberi anak handphone sebelum waktunya sama artinya dengan membiarkan mereka berjalan sendiri di media sosial, tanpa pengawasan, dan tanpa perlindungan. 
Dan terkadang, bukan soal boleh atau tidak, tapi soal kapan dan sejauh apa kita dapat mendampingi mereka agar dapat menelusuri dunia maya secara aman. 

 

Older Post

Leave a comment

Barefoot Journal

RSS
Anak gemar pakai sandal jepit?  Yuk, intip fakta berikut! - Pyopp Barefoot

Anak gemar pakai sandal jepit? Yuk, intip fakta berikut!

By Pyopp Graphic

Sandal jepit sering jadi favorit anak-anak:  praktis dan gampang dipakai. Tapi… tahukah Pyopple kalau sandal jepit punya efek jangka panjang yang kurang baik untuk kaki? ...

Read more
Parents, you might need this book! - Pyopp Barefoot

Parents, you might need this book!

By Pyopp Graphic

Ini pengalaman Min K membaca buku berjudul All About Love. Buku ini sebenarnya bahas cinta secara umum. Tapi, sebagai manusia, terutama orang tua, tentu hidup...

Read more