Menurut Data Kementerian Pendidikan Indonesia (2024) menunjukkan bahwa
1 dari 3 anak usia 0-6 tahun sudah terbiasa menggunakan gawai.
Penggunaan gawai berlebihan dapat membuat anak susah fokus, emosinya gampang berubah, dan cara belajarnya terganggu.
Kondisi ini sering disebut 'brainrot'.
Lalu, apa yang harus orang tua lakukan?
kita perlu sadar akan 1 hal ini: otak anak berkembang lewat pengalaman nyata.
Kita memang perlu meluangkan waktu untuk mengajak anak melakukan active play. Aktivitas sederhana seperti berjalan, berlari, naik-turun, mendorong, dan melompat berperan penting dalam perkembangan fokus, koordinasi, dan regulasi emosi anak.

Di era digital, layar memang sulit dihindari.
Namun, yang terpenting adalah menjaga keseimbangan agar waktu layar tidak menggantikan pengalaman bergerak dan bermain yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak.

Source: Adiputra, I. N., & Suarni, N. K. (2023). The Influence of Outdoor Activities on Gross Motor Skills of Children in Urban Kindergartens. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 7(1), 45–53.