Kaki Bisa 'Ngobrol' dengan Otak? - Pyopp Barefoot

Kaki Bisa 'Ngobrol' dengan Otak?

Posted by Pyopp Graphic on

Hello Pyopple! Anak-anak itu, secara alami, akan melangkah atau mendaratkan kaki lebih pelan saat mereka pakai barefoot shoes (atau bahkan saat mereka nggak pakai sepatu sama sekali!) 

"Loh, maksudnya mendarat lebih pelan gimana?" 

 

Jadi, studi dari Human Movement Science menunjukkan bahwa ketika berlari tanpa sepatu, anak-anak menghasilkan tekanan benturan yang jauh lebih kecil ke lutut dan tumit mereka.

Mereka jadi: 

  • Bergerak lebih lembut dan terkontrol 
  • Mengurasi risiko cedera akibat benturan berulang 
  • Lebih peka terhadap permukaan 
Kalian penasaran gak kenapa bisa begitu? 
Ketika kaki bisa langsung merasakan tanah, otak anak akan tahu: 
"Oh, permukaannya keras nih." Lalu, secara refleks, otak ngasih sinyal ke kaki: "Turunin pelan-pelan ya, biar nggak sakit." 

Itu kenapa anak-anak yang barefoot cenderung mendarat lebih lembut dan hati-hati. Ini yang disebut kesadaran motorik, sebuah kemampuan tubuh untuk mengatur gerakannya dengan tepat. 

 

Celakanya, banyak sepatu anak justru menghalangi proses alami ini loh Pyopple! 

  • Solnya terlalu tebal 
  • Bantalan berlebih 
  • Struktur yang kaku

 

That's why we are here! Alas kaki Pyopp semua dibuat ringan, fleksibel, supaya kaki anak bisa belajar langsung dari tanah soal cara mendarat yang bijak dan lembut. 

 

Kaki anak tahu jalannya, tugas kita adalah memberi ruang untuk mereka tumbuh alami. 

 

 

*Source: 

Lieberman, D. E., et al. (2010). Foot strike patterns and collision forces in habitually barefoot versus shod runners. Nature, 463(7280), 531–535.

Whittle, M. W. (1999). Generation and attenuation of transient impulsive forces during heel strike while walking. Human Movement Science, 18(3), 373–398.

Older Post Newer Post

Leave a comment

Barefoot Journal

RSS
Apakah si Kecil Sudah Terlalu Banyak Terpapar Layar?

Apakah si Kecil Sudah Terlalu Banyak Terpapar Layar?

By Pyopp Graphic

Menurut Data Kementerian Pendidikan Indonesia (2024) menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak usia 0-6 tahun sudah terbiasa menggunakan gawai.  Penggunaan gawai berlebihan dapat membuat anak...

Read more
Memberi Anak Handphone: Sudah Siapkah Anak Kita? Ini jawaban Jonathan Haidt di dalam bukunya The Anxious Generation! - Pyopp Barefoot

Memberi Anak Handphone: Sudah Siapkah Anak Kita? Ini jawaban Jonathan Haidt di dalam bukunya The Anxious Generation!

By Pyopp Graphic

Hello Pyopple! Kali ini kami mau membahas salah satu buku dari Jonathan Haidt, The Anxious Generation.    Buku The Anxious Generation - Jonathan Haidt   ...

Read more