Ini pengalaman Min K membaca buku berjudul All About Love.
Buku ini sebenarnya bahas cinta secara umum. Tapi, sebagai manusia, terutama orang tua, tentu hidup rasanya nggak jauh-jauh dari “cinta”. Cinta ke anak, pasangan, pekerjaan, bahkan diri sendiri. Buku ini bikin Min K sadar: jadi orang tua lebih dari sekadar merawat anak, tapi juga merawat cara kita mencintai. Cara kita merespons tantrum. Cara kita berbicara saat capek. Cara kita menyelesaikan konflik dengan pasangan. Semua itu… bentuk cinta yang anak saksikan tiap hari.

Bell Hooks juga menyatakan dengan lantang bahwa: Love is indeed a verb. Ya, cinta merupakan kata kerja, bukan perasaan. Dengan menjadi orang tua, cinta itu muncul dalam hal-hal seperti: sabar ketika jelasin sesuatu untuk ke-17 kalinya, berani bilang “Maaf ya, tadi Mama/ Papa kebawa emosi”, dsb.
Kita tidak otomatis mencintai orang hanya karena merasa sayang. Cinta dibuktikan lewat perilaku yang aman, jujur, dan penuh kehadiran. Dan dari buku ini, Min K juga belajar satu hal penting: kita nggak bisa mencintai dengan cinta yang nggak kita punya.
Kadang bukan karena kita nggak sayang, tapi karena kita belum pernah belajar memberi cinta yang aman. Belum pernah melihat contohnya. Belum pernah mengobati luka lama yang ikut terbawa saat mengasuh. Oleh karena itu, merawat diri ternyata bagian dari merawat cara kita mencintai anak.
Akhir kata, Min K cuma mau bilang: buku ini bukan “buku parenting”, tapi menurut pengalaman pribadi Min K, setiap halaman rasanya seperti ngobrol dengan diri sendiri yang lagi belajar tumbuh. And you might need this book — because being a parent is a never-ending journey of learning, unlearning, and loving. Right?